Freitag, 2. Januar 2015

KESAKSIAN ANAK MANUSIA DALAM AL-QUR'AN DAN AL-KITAB

Kesaksian Al Qur'an

Allah azza wa jalla berfirman:

"Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: ‘Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam’, padahal Al Masih (sendiri) berkata: ‘Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu’. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (TQS. Al-Maidah : 72).

“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: ‘Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: ‘Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?’ Isa menjawab: ‘Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui semua perkara yang ghaib’. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan) nya yaitu: ‘Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu’, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.” (TQS. Al-Maidah: 116-117).

“Dan mereka berkata: ‘Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak’. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti.” (TQS. Maryam : 88-94).

Dan ketika Isa datang membawa keterangan-keterangan, dia berkata, "Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan hikmah dan supaya aku terangkan kepada kamu sebagian daripada yang kamu perselisihkan padanya. Maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah dia. Inilah jalan yang lurus." (QS: 43 Az Zuhruf :63-64)

 Kesaksian Al Kitab

"Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (Lukas : 4: 8)

"Ada seorang datang kepada Yesus dan berkata: "Guru yang baik, perbuatan apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal ? Jawab Yesus: "Mengapa engkau memanggil-Ku Guru yang baik, hanya satu yang baik, yaitu Tuhan. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah-Nya (Matius 19: 16-17)

"Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku."
(Yohanes: 11:42)


"Jawab Yesus kepada mereka : "Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku" (Yohanes: 7:16)

"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus." (Yohanes:17:3)

"Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?"
Jawab "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia." (Markus 12: 28-32)


Mari Besama Dalam Tauhid

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"Barang siapa mengucapkan: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya dan bersaksi bahwa Nabi Isa as. adalah hamba Allah dan anak hamba-Nya, serta kalimat-Nya yang dibacakan kepada Maryam dan dengan tiupan roh-Nya, bahwa surga itu benar dan bahwa neraka itu benar, maka Allah akan memasukkannya melalui pintu dari delapan pintu surga mana saja yang ia inginkan. (Shahih Muslim No.41)

"Katakanlah: "Wahai Ahli Kitab, marilah kita menuju satu pedoman yang sama antara kami dan kalian semua. Kita tidak menyembah selain Allah dan tidak menyekutukanNya dengan apapun serta tidak menjadikan satu sama lain sebagai sembahan sembahan selain Allah. Jika mereka berpaling maka sampaikanlah bahwa kami adalah orang orang yang berserah diri (kepada Allah)" (Q.S. Ali Imraan : 64)
________________
Madinah 27 shafar 1436 H
ACT El Gharantaly

FENOMENA HAJRUL QUR'AN


Dan Rasulpun Mengadu

Sahabat.. Kapan terakhir kali kita membuka mushaf..?
Apakah kemarena atau ramadhan yang lalu..?
Coba perhatiakan baik-baik gambar disamping, lalu tengoklah mushaf kita, apakah juga bernasib sama.?
Bila iya, mungkinkah kita termasuk orang yang diadukan Rasullullah.?


وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا

“Berkatalah Rasul, 'Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Quran ini suatu yang tidak diacuhkan." (Al-Furqon:30)

Itulah pengaduan Rasulullah kepada Allah azza wa jalla.

Sahabat fillah..
Berpaling dari Al-Qur'an merupakan dosa besar, Allah berfirman:

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta. Ia berkata: " Ya Tuhanku, mengapa Engkau membangkitkan aku dalam keadaan buta, padahal sesungguhnya dahulu aku dapat melihat?"

Dia juga berfirman, 'Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamu pun dilupakan.’ (Thoha:124-126)

Ibnu katsier menjelaskan, "Firman Allah 'Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku,’ yakni barangsiapa yang menyelisihi perintah-Ku dan apa yang Aku turunkan kepada utusan-Ku, berpaling darinya dan melupakannya serta mengambil sesuatu yang lain sebagai petunjuk, maka dia akan mendapatkan kehidupan yang sempit di dunia ini. Dia tidak akan merasa tenang, tidak ada kelapangan di dadanya, bahkan dadanya akan terasa sempit dan sesak disebabkan kesesatannya. Walaupun secara lahiriah dia merasakan kenikmatan-kenikmatan (duniawi), walaupun dia bisa memakai pakaian dengan sesuka hati, bisa makan sesuai selera, dan bisa tinggal di dalam rumah sesuai keinginan. Akan tetapi, selama hatinya belum mendapatkan petunjuk, maka dia akan selalu merasakan kegundahan, kebingungan, dan keraguraguan yang tidak ada habisnya, dan perasaan seperti ini adalah termasuk bentuk kesempitan hidup.”

Pada tafsiran ayat berikutnya beliau berkata:

“Yakni sebagaimana engkau dahulu -di dunia- berpaling dari ayat-ayat Allah, serta memperlakukannya seperti orang yang enggan mengingatnya setelah Al-Quran tersebut sampai kepadamu, maka demikian pula pada hari ini Aku memperlakukanmu seperti perlakuan orang yang melupakanmu. (Sebagaimana dalam firman-Nya) ''Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana (dahulu di dunia) mereka melupakan perjumpaan mereka dengan hari ini.’ (Surat al-A’raf ayat 51) (Secara ringkas dsri Tafsir Ibnu Katsier: 3/170)

Allah  berfirman:
“Barangsiapa berpaling dari al- Quran, maka sesungguhnya dia akan memikul dosa yang besar pada Hari Kiamat.” (Thoha:100)

As-Si’di menjelaskan, “Hal itu karena al-Quran merupakan peringatan bagi Rasul dan umatnya sehingga wajib diterima, ditaati, dan diagungkan. Hendaknya cahaya Al-Quran tersebut dijadikan sebagai petunjuk menuju jalan yang lurus, diterima dengan mempelajari serta mengajarkannya. Adapun melakukan hal-hal yang berlawanan dengan hal di atas, baik berupa berpaling, atau yang lebih dari itu berupa pengingkaran terhadapnya, maka ini merupakan kekufuran terhadap nikmat tersebut, pelakunya pantas untuk mendapatkan azab dari Allah ta'ala. Oleh karena itu Allah mengabarkan bahwa 'siapa saja yang berpaling darinya, tidak mengimaninya atau tidak melaksanakan perintahnya juga tidak menjauhi larangannya atau tidak mau mempelajari makna-makna yang wajib dipelajari di dalamnya, maka dia akan memikul dosa-dosanya pada hari Kiamat.

Ibnu Taimiyah mengatakan, “Barangsiapa berpaling dari Al-Quran -walaupun dia mengimaninya-, maka dia akan merasakan siksa yang pedih pada Hari Kiamat, dan kehidupan yang sempit di dunia, di alam barzakh, dan di akhirat.” (Majmu’ Fatawa: 20/17)

Hajrul Qur'an atau berpaling dari Al Qur'an gambarannya bisa bermacam-macam. Sebagaimana dijelaskan oleh Ibnul Qoyyim. Beliau mengatakan “Meninggalkan/mengacuhkan Al-Quran itu ada bermacam-macam jenisnya.

1. هجر سماعه والإيمان به والإصغاء إليه .

2. هجر العمل به والوقوف عند حلاله وحرامه وإن قرأه وآمن به .

3. هجر تحكيمه والتحاكم إليه في أصول الدين وفروعه واعتقاد أنه لا يفيد اليقين وأن أدلته لفظية لا تحصل العلم .

4. هجر تدبره وتفهمه ومعرفة ما أراد المتكلم به منه .

5. هجر الاستشفاء والتداوي به في جميع أمراض القلوب وأدوائها ، فيطلب شفاء دائه من غيره ويهجر التداوي به

Pertama: Tidak mau mendengarkan, mengimani dan memberi perhatian terhadapnya.

Kedua: Tidak mengamalkan isinya, tidak menghalalkan apa yang dihalalkannya, dan tidak mengharamkan apa yang diharamkannya walaupun dia membaca dan mengimaninya.

Ketiga: Tidak mau menjadikan al-Quran sebagai sumber hukum baik dalam masalah ushul (pokok) maupun furu’ (cabang), dan berkeyakinan bahwa al-Quran tidak mendatangkan sesuatu yang meyakinkan. Dalilnya hanya bersifat lafdziah tidak menghasilakn ilmu.

Keempat: Tidak mau mentadabburi dan memahami al-Quran, serta tidak mau mengetahui maksudnya.

Kelima: Tidak mau menjadikan al-Quran sebagai obat bagi semua penyakit hati, bahkan justru mencari obat dari selain al-Quran.”

Ditempat terpisah Ibnu Qoyyim juga berkata, “Berpaling dari al-Quran dan Sunnah merupakan bentuk kemunafikan sejati.” (Mukhtashor al-Showaiq al-Mursalah: 2/353)
Sudahkan kita membaca Al Qur'an hari ini..?

Ya Allah...
Jadikan kami Ahlul Qur'an..
Jangan masukkan kami dalam golongan orang-orang yang diadukan rasul-Mu

Amin...
_______________
Riyadh 30 shafar 1436 H
ACT El Gharantaly

UNTUK ANDA YANG TAK KUNJUNG MENDAPAT MOMONGAN

Lajnah Ad Daimah (Komisi tetap untuk Riset dan Fatwa) Kerajaan Saudi Arabia pernah ditanya: "Ada seorang wanita yang dirundung gelisah karena tak kunjung hamil. Kadang ia melampiaskan (kerinduannya terhadap anak) dengan menangis dan berpikir keras serta ingin berpaling dari kehidupan dunia ini.
Bagaimana hukumnya?
Dan apa nasehat untuknya?”


Lajnah menjawab:

“Tidak pantas bagi wanita untuk terus gelisah dan menangis dikarenakan ia tak kunjung hamil. Karena faktor kesiapan untuk memiliki keturunan baik pada suami maupun istri, baik untuk menghasilkan anak laki-laki atau perempuan saja, atau mendapatkan anak laki-laki dan perempuan secara bersamaan, atau tidak bisa mendapatkan keturunan sama sekali, semua sudah menjadi takdir Allah. Allah Ta’ala berfirman:

لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ (49) أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ (50)

“Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. Asy Syura: 49-50).
Allah-lah yang lebih tahu siapa saja yang berhak mendapatkan bagian dari bagian-bagian tersebut.
Allah mampu berbuat apa yang Dia kehendaki sekalipun manusia berbeda-beda dalam pembagian tersebut.


Sang penanya memiliki suri teladan dalam masaalah yang dihadapinya (yaitu pada) kisah Yahya bin Zakariya dan ‘Isa bin Maryam ‘alaihimash sholaatu wa as salaam. Kedua orang tua mereka sebelumnya tidak memiliki anak. Hendaknya wanita yang bertanya pun ridho (pada ketentuan Allah) dan meminta hajatnya pada Allah saja. Allah memiliki hikmah yang besar (dalam setiap taqdir-Nya) Juga kemampuan yang tidak tertandingi.

Tidak mengapa bila wanita tersebut memeriksakan diri ke dokter wanita spesialis atau kepada dokter laki-laki spesialis bila tidak menemukan dokter wanita spesialis Muda-mudahan (dengan pemeriksaan tersebut), dokter dapat mengobati apa saja yang menjadi penghalang untuk mendapatkan keturunan hingga tak kunjung hamil. Begitu pula untuk sang suami, hendaklah ia memeriksakan dirinya kepada dokter laki-laki spesialis karena boleh jadi permasaalahannya ada pada diri suaminya.

Wa billahit taufiq, shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Fatwa ini ditanda tangani oleh:
Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz selaku ketua
Syaikh ‘Abdullah bin Ghudayan sebagai anggota.

Sumber: Al Fatawa Al Muta’alliqoh bi At Thib wa Ahkam Al Mardho, Darul Ifta’ Al Lajnah Ad Daimah, hal: 309.
_____________
Madinah 4/03/1436 H
ACT EL Gharantaly

KUMPULAN STATUS BULAN DESEMBER 2014 m

424. CAMBUK HATI

Lebih dari sekali saya mendengar Syaikh Anis Thahir -hafidzahullah- mengatakan, "Diantara pemandangan yang sangat menyedihkan saat ini adalah "Shaf pertama dimasjid-masjid kita hanya diisi oleh orang-orang awam yang kadang bacaan Al-Fatihahnya saja masih perlu diperbaiki, atau oleh para lansia yang memang telah memilih hidup untuk ibadah.
Lalu kemana para ustadz..?
Kemana para penuntut ilmu..?
Bukankah mereka adalah kudwah..?
Bukankah kita pernah mendengar atau membaca fulan bin fulan tidak pernah meninggalkan shaf pertama selama 30 tahun, atau fulan bin fulan dalam kisah lain yang semisal.?
Mana atsar ilmu.?
Itu karena ilmu dituntut semata-mata untuk ilmu saja, bukan untuk mentazkiyah diri atau untuk taqarrub kepada Allah azza wa jalla. Maka tidak heran bila ada diantara ummat ini yang mirip dengan yahudi, yaitu mereka yang mengetahui namun tidak beramal dengan apa yang mereka ketahui.

Bercermin kembali....
_______________
-/-/-/-




433. Mungkin Kita Adalah Bagian Dari Mereka

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab At Tamimi mengatakan:

الأمور التي يحرص عليها أهل الدنيا قد تكون عقوبة ومحنة والجاهل يظنها نعم مثل المال والجاه وطول العُمر .

"Hal-hal yang berusaha digapai oleh ahli dunia boleh jadi merupakan hukuman atau ujian, namun orang-orang bodoh menganggapnya nikmat. Seperti harta, kedudukan dan umur yang panjang"
(Ad Durr : 13/ 183)
______________
Madinah 17 shafar 1436 H
ACT El Gharantaly


000. KIAT MENJADI PENGUSAHA SUKSES

Suatu hari seseorang pernah bertanya kepada Abdurrahman bin Auf -radhiallahu anhu-, "Apa saja kiat-kiat anda hingga bisa sekaya ini..? Abdurrahman bin Auf menjawab, "Dulu.. Aku selalu ridho dengan keuntungan yang sedikit".

Dalam menjalankan usaha, yang paling penting adalah keberkahan rezeki, bukan besarnya keuntungan.
Banyak orang yang keuntungannya sedikit, namun Allah memasukkan kekayaan lain di dalam hatinya. Sebaliknya, banyak orang yang keuntungannya banyak, namun Allah mencabut keberkahan hartanya, sehingga sebanyak apapun harta yang dimilikinya, dia tidak akan pernah merasa puas dan merasa cukup dari anugrah tersebut.

Bila anda seorang pengusaha, pilih harga yang masuk akal untuk barang dagangan anda. jangan memanfaatkan hajat orang lain demi mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya. Ingat, siapa yang memudahkan orang lain dalam urusan dunia, maka Allah akan memudahkan urusannya didunia dan akhirat.
 

Dan siapa yang menyulitkan orang lain, maka hidupnya akan dipersulit, karena balasan sesuai dengan perbuatan. Bahkan dikwatirkan apabila dia selalu menyulitkan orang lain, maka do'a orang-orang yang tak tertolak do'anya yaitu mereka yang merasa terdzolimi akan menimpanya.
Karena Allah tidak pernah lalai dari perbuatan hamba-hamba--Nya.

(Faidah dari Syaikh DR. Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar As Syinqity -hafidzahullah-)

Sebuah Renungan

ربما تكون نائما ؛ فتقرع أبواب السماء عشرات الدعوات لك من فقير أعنته بالقليل، أو
حزين أسعدته أو عابر ابتسمت له، فلا تستهين بفعل الخير أبدًا

"Saat engkau terlelap tidur, boleh jadi pintu-pintu langit diketuk oleh puluhan doa yang memohonkan kebaikan untukmu.. (Do'a itu datang) dari si fakir yang pernah engkau tolong, dari orang yang lapar yang pernah engkau beri makan, dari orang sedih yang pernah engkau bahagiakan, dari orang yang pernah berpapasan denganmu dan kau beri senyuman untuknya, atau dari orang yg dihimpit kesulitan yang telah engkau lapangkan. Maka jangan pernah meremehkan sebuah kebajikan untuk selama lamanya.."

(Perkataan ini dinisbatkan kepada Ibnul Qoyyim Al Jauziyah. Wallahu a'lam)
________________
Madinah 25- 04 -1435 H
ACT El Gharantaly



438. HUKUM MENJUAL/MENYEWAKAN SEGALA SESUATU YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERAYAAN HARI-HARI BESAR ORANG KAFIR

As Syaikh (Ibnu Taimiyah) mengatakan:

"Diharamkan menghadiri perayaan hari-hari besar Yahudi, Nasrani dan perayaan lainnya dari kalangan orang kafir. Sebagaimana diharamkan juga menjual sesuatu kepada mereka dihari itu".
Di dalam kitab Al-muntaha disebutkan bahwa,
"Tidak ada jual beli antara kita dan mereka pada hari itu, tidak juga saling bertukar hadiah. Karena di dalamnya ada unsur pengagungan terhadap mereka. Pelarangan ini hukumnya sama dengan pelarang memulai mereka dengan ucapan salam"
Diharamkan jual beli atau menyewakan sesuatu yang akan dipakai untuk membangun gereja, patung, berhala dan lain sebagainya seperti salib, karena perbuatan tersebut termasuk menolong mereka dalam kekufuran. Allah Azza wa Jalla berfirman:

ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya (al-Mâidah: 5: 2)

 Diharamkan bagi kaum muslimin mengikuti segala sesuatu yang menjadi kekhususan mereka seperti hari raya mereka, karena (keikutsertaan) merupakan bentuk tasyabbuh (penyerupaan) dengan mereka. Sementara tasyabbuh dengan orang-orang kafir dilarang berdasarkan konsensus para ulama serta hadits yang ada. Wajib (bagi pemerintahh) untuk menjatuhkan sangsi bagi pelakunya.
(Lihat Kasyful Qinaa' Jilid 3 hal: 131)
Catatan:
Katakan Inilah jalanku..
________________
Jeddah 21 shafar 1436 H
ACT El Gharantaly




000. Saat Kita Harus Memilih

Yahya bin Mua'adz pernah mengatakan: 

: "ترك لذات الدنيا المحرمة شديد ، ولكن فوات الجنة أشد"

 " Meninggalkan kelezatan dunia yg diharamkan itu merupakan sesuatu yang berat. Namun kehilangan surga jauh lebih berat lagi".

Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda: 

حُجِبَتْ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ وَحُجِبَتْ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ

"Neraka diliputi oleh syahwat sedangkan surga diliputi oleh sesuatu yang tidak disukai." (Muttafaq 'Alaih dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu)

Maksud dari sabda beliau -shallallahu alaihi wasallam- bahwa surga diliputi oleh sesuatu yang tak disukai adalah karena beratnya beban yang harus dipikul oleh seorang perindu surga. Dia dituntut untuk melaksanakan ketaatan serta bersabar dan ridho terhadap pahit manisnya taqdir Allah.
Sementara untuk masuk ke dalam neraka tidak demikian, siapa saja boleh masuk. Cukup lakukan apa yang diinginkan hawa nafsu sepuas-puasnya. Terjang semua larangan dalam kamus syariat. Tak perlu sholat, tak perlu puasa dll.
 

Ringkasnya Bebas, Freedom tanpa kekangan...
Seperti apa yaa...?????
simak jawaban Al-Qur'an:

وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْ

‘Dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. Dan jahannam adalah tempat tinggal mereka.‘
(QS. Muhammad: 12),


ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ

‘Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka)‘ (QS. Al Hijr: 3)
-----------------------
Madinah Ahad, 09-04-1435 H
ACT El Gharantaly
 
446. Bisikan Hati

Sebagian orang kadang menafsirkan bagusnya perangaimu sebagai sebuah kelemahan.
Itu karena mereka tidak mengetahui kasih tanpa balas budi.
Sebagian lagi menafsirkan kebaikanmu dengan kegilaan atau pngecut, karena dia tidak terbiasa hidup keculi dengan hati yang hitam.

Seperti itulah hidup... Selalu saja ada yang tidak suka atau berprasangka buruk terhadap maksud baik kita.
Yang perlu kita lakukan adalah berbuat setulus mungkin.
Lalu berharap kepada Allah serta berpaling dari penilaian manusia.

Ingat...
Tak ada kawan yang bisa selalu bersamamu sepanjang jalanan hidup ini. Bahkan bayangan diri sekalipun, dia akan hilang saat mendung tiba atau malam menjelang.
Apa yang engkau lakukan dengan tulus itulah yang akan menjadi teman hidupmu, selamanya akan selalu bersama hingga akhir waktu.
___________
Riyadh 28 shafar 1436 H
ACT El Gharantaly
 
 
 000. 
MIKIR....

Dalam sholat mungkin kita sering membaca firman Allah:

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ ﴿٤

Artinya:

1). Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa
2). Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu
3). Dia (Allah) tiada beranak dan tidak pula diperanakkan
4). Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia


Lalu pantaskah lidah yang kita gunakan untuk membaca ayat-ayat tauhid tersebut kita gunakan untuk mengucapkan:

"Selamat atas kelahiran anak Tuhan''
?????

Sekali-kali tidak...
Lidah yang kita gunakan untuk melafadzkan ayat-ayat tauhid sangat tidak pantas kita gunakan untuk mengucapkan kata-kata syirik itu.

Bila ada yang mengatakan, "Kan hanya sekedar basa-basi..!?"
Katakan padanya, "Kesyirikan bukan perkara yang basa-basi bung,"
Sekian..
___________
Riyadh 1/03/1436 H
ACT El Gharantaly



450. PUTRIKU...

Nasehat Syaikh Ali Musthafa Thantawi -rahimahullah- kepada putrinya:
"Wahai putriku.. Pintu ishlah (perbaikan diri) ada dihadapanmu dan kuncinya ada ditanganmu. Jika engkau yakin dan berusaha untuk memasuki pintu itu, maka keadaan akan berubah menjadi baik.
Seandainya engkau tahu bahwa lelaki itu serigala dan engkau adalah kambing, pasti engkau akan lari...
Wahai puteriku.. demi Allah, (tahukah kamu) apa yang dikhayalkan oleh pemuda ketika dia melihat gadis..?
Dia membayangkan gadis itu telanjang dihadapannya..

Demi Allah, jangan percaya kata-kata manis sebagian lelaki yang mengaku bahwa mereka memandangmu penuh kagum kerana akhlak dan budi pekertimu, berbicara denganmu sebagai sahabat atau mencintaimu sebatas teman akrab saja. Bohong! Demi Allah dia bohong...
Wahai putriku, lelaki yang soleh dan baik akan datang kepadamu dengan segala kerendahan hati, menjaga iffah (kehormatan diri) dan menawarkan hubungan yang halal dan terhormat. Dia datang untuk meminang dan menikahimu"
(Rawaa I'utthanthaawy cetakan Daar Al Manaarah)
_________________
Antara Riyadh dan Madinah 02 /03/1436 H
ACT El Gharantaly



451. MEMANDANG LEBIH JAUH

Khalid Ibnu Yazid -rahimahullah- ditanya:
Apakah sesuatu yang paling dekat (dari manusia)...?
Beliau menjawab: "Ajalnya"

Yang paling jauh darinya..?
Beliau menjawab: "Angannya"

"Lalu apa yang paling diharapkan (dapat menyelamatkannya) ?
Beliau menjawab: Amal sholeh.
(As-Siyar 4/383)


Sugguh jawaban yang luar biasa.
Betapa ajal dan kematian begitu dekat dengan kita.
Ia bahkan lebih cepat datangnya dari semua angan yang kita cita-citakan.
Semua kan berlalu bersama kefanaan. Tak ada bekal abadi selain amal sholeh.

Semoga semua berakhir indah...
______
Madinah 03/03/1436 H
ACT El Gharantaly



000. CERMIN SALAF

Renungan Bagi Para Suami Dan Calon Suami
Suatu hari Malik bin Dinar melihat seorang laki-laki yang buruk sekali sholatnya.
Diapun berkata: "Sungguh aku amat kasihan terhadap keluarganya.
Lantas seseorang bertanya kepadanya, "Yang buruk adalah sholat orang ini, mengapa engkau justru mengkwatirkan keluarganya..?
Malik bin Dinar menjawab: "Dia orang tertua ditengah-tengah keluarganya dari dialah keluarganya akan belajar".

(Al Hilyah: 2/384)

 Catatan:
Sebelum menikah kebanyakan pria sibuk mempersiapkan kemapanan lahiriah saja, sangat sedikit yang memperhatikan kemapanan batiniyah. Padahal seharusnya dia mempersiapkan diri baik secara lahiriyah maupun batiniyah. Sebab dia bukan saja sebagi suami untuk istrinya ataupun Ayah bagi anak-anaknya. Tapi dia adalah nahkoda, murabbi, pendidik dan cermin hidup bagi keluarganya, baik dalam urusan duniawi maupun ukhrowi.
____________
Madinah 04/03/1436 H
ACT El Gharantaly



DALAM SUNYI

Disini... kita semua sedang menunggu..
Lalu mengakhirinya dengan berbagai jenis ending..
Semoga semua berakhir indah ..
Dalam husnul khotimah..

__________
Madinah 06/03/1436 H
ACT El Gharantaly




454. CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA
Aku benar-benar heran dengan orang yang mengaku ,"Jatuh cinta pada pandangan pertama". Aku hampir tak bisa mempercayainya. Bagiku cintanya tersebut tak lebih dari sekedar dorongan syahwat semata.
(Ibnu Hazm dalam Thuuq Al Hamaamah: 125)
___________
Madinah 07/03/1436 H
ACT El Gharantaly



455. JANGAN JADI PINTU DOSA BAGI ORANG LAIN
(Untuk Kita Renungkan)

 Dustur Ilahi:
"Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang yang beriman supaya mereka menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka; sesungguhnya Allah Amat Mendalam PengetahuanNya tentang apa yang mereka kerjakan."
(An-Nur 24:30)


Catatan:
Akhir-akhir ini kita mungkin sering melihat halaman FB saudara-saudara kita dipenuhi dengan tautan-tautan video yang memuat gambar wanita tak berhijab dan disertai iringan musik. Kami tidak bicara soal spam yang belakangan ini tersebar di dumay. Tapi soal video atau gambar yang sengaja dibagikan segelintir orang melalui tautan. Entah itu berupa Film, Video edukasi atau apapun.
Tentunya ini adalah hal yang menyedihkan, namun yang lebih menyedihkan lagi bila ini dilakukan oleh orang-orang yang sudah ngaji dan mengenal dakwah.
Kita tidak ragu lagi bahwa memandang wajah wanita muslimah dan berhijab namun bukan mahram adalah sesuatu yang dilarang, bagaimana bila wanita tersebut kafir dan tak berhijab..?

Cobalah berfikir sejenak, apa maslahat dari semua itu.?
Dahulu.. Imam Ahmad sangat tidak suka bila pandangannya jatuh pada ahli bid'ah atau orang kafir.
Namun hari ini sebagian dari kita menjadikan mereka sebagai tontonan yang menguras waktu.
Anehnya sebagian orang menganggap itu adalah hal yang biasa-biasa saja.

Dahulu.. Saat menunaikan haji wada', Seorang wanita datang menghampiri tunggangan Rasulullah untuk menanyakan satu permasaalahn seputar haji. Saat itu Rasulullah sedang memboncengi Al Fadl Abdullah bin Abbas -radhiallahu anhuma-. Ketika mengetahui bahwa Al Fadhl melirikkan pandangan ke arah wanita itu, Rasulullahpun mengalihkan wajah Al Fadhl Ibnu Abbas dengan tangannya sendiri.
Apakah iman kita jauh lebih tinggi dari ibnu Abbas..?
Allahul mustaan..
Mari jujur terhadap diri sendiri...
Kita terlalu lemah dihadapan fitnah..
Ini bukan masaalah sepele..
Jangan sampai kita menjadi jembatan fitnah bagi orang lain, terutama bagi dakwah yang sedang kita usung.

Mungkin ada yang bertanya. .?
Bagaimana dengan video edukasi..?
Kami katakan:
Masih banyak video edukasi yang tidak melibatkan wanita dan musik..
Bila anda mampu, silahkan buat video yang semisal, itu jauh lebih bermanfaat bagi ummat ketimbang membagikan tautan yang bisa menjadi pintu maksiat dan fitnah bagi orang lain sekalipun dibungkus dengan alasan maslahat.

Wallahu a'lam
Semoga Allah membimbing kita semua agar tetapnistiqomah di jalan yang hak.
__________
Madinah 07/03/1436 H
ACT El Gharantaly



456. TANDA TANYA
Menari di atas perpecahan Ahlussunnah
Itulah realita Syi'ah di nusantara kita.
Kenali siapa musuh kita sebenarnya.

Sebenarnya kita kuat...
Tapi perpecahan melemahkan kita..
Disaat yang lain merangkul berbagai elemen sunni
ada segelintir orang yang siang malam mengeluarkan orang dari Ahlussunnah..

Entahlah, kapan semua ini berakhir...
?????
_________
Bumi Allah




457. AWAS..!! MURKA ALLAH TURUN BAGI YANG MERAYAKAN TAHUN BARU

Umar radhiallahu anhu mengatakan:
"Jauhilah musuh-musuh Allah pada momentum hari raya mereka" (HR. Baihaqi))
Beliau juga mengatakan, "Janganlah kalian mengunjungi kaum musyrikin di gereja-gereja (rumah-rumah ibadah) mereka pada momentum hari besar mereka, karena sesungguhnya kemurkaan Allah akan turun atas mereka"

Sementara Abdullah bin Amr –radhiallahu anhuma- mengatakan: "Barangsiapa yang tinggal dinegeri orang ajam (non muslim) lalu turut merayakan hari raya Nairuz dan Mahrajan bersama mereka dan ikut serta turut menyerupai mereka, kemudian dia mati dalam keadaan demikian, maka pada hari kiamat kelak dia akan dibangkitakan bersama mereka" (Sunan Al Kubro jilid: 9/243)

Hari raya Nairuz merupakan perayaan tahun baru Majusi, sama seperti perayaan Tahun baru Masehi. Dan atsar-atsar diatas sangat jelas menunjukkan haramnya merayakan pesta tahun baru bagi seorang muslim.

Sahabat fillah....
Mari merenung sejenak...

Sungguh Allah telah memuliakan kita dengan Islam.
Kitapun memiliki momentum perayaan sendiri yg lebih baik dari hari raya mereka. Tidak pantas bagi umat pilihan turut serta dalam perayaan hari besar non muslim. Karena hal tersebut merupakan bentuk tasyabbuh (penyerupaan) yang dilarang. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"Barangsiapa yang meniru-niru suatu kaum, maka dia adalah bagian dari kaum itu".
Maukah anda menjadi bagian orang-orang yang di murkai Allah.?
Padahal Allah azza wa jallah berfirman:

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali ‘Imran : 85)
Sahabat... Tahun baru bukan sekedar tiupan terompet semata, tapi soal aqidah yang tergadaikan
____________
Madinah 07/03/1436 H
ACT El Gharantaly



459. Lelah Dan Selalu Berujung Sepi.

Begitulah akhir kisah setiap orang yang hanya mau berteman dengan orang yang sempurna.
Raja bin Haiwah -rahimahullah- berkata:
“Barangsiapa yang hanya mau bersahabat dengan orang yang (menurutnya) tidak tercela, akan sedikit sahabat yang dimilikinya.
Barangsiapa yang hanya mengharapkan ketulusan dari sahabatnya untuk dirinya, maka ia akan selalu mendongkol.
Dan barangsiapa yang mencela sahabatnya atas setiap dosa yang dilakukannya, dia akan banyak memiliki musuh.”

(“Siyaru A’laamin Nubalaa’ IV:557)

Pepatah arab mengatakan:

من ذا الذي ماساء قط؟
ومن له الحسنى فقط؟


Siapakah yang tak pernah salah…?
Dan siapakah yang hanya punya kebaikan saja..?

Harus kita sadari, bahwa seonggok daging yang bernama manusia itu merupakan tempat salah dan lupa. Menuntut kesempurnaan darinya hanya akan membuat kita lelah.
Mencari sahabat yang sempurna tanpa cela seperti menegakkan benang basah, usaha yang sia-sia dan akan selalu berakhir sepi tanpa kawan.
Berhentilah menuntut kesempurnaan dari sahabatmu, karena kesempurnaan hanya milik Allah.
__________
Madinah 07/03/1436 H
ACT El Gharantaly


PEMIMPIN KAFIR YANG ADIL LEBIH BAIK DARI PEMIMPIN MUSLIM YANG DZALIM (?)

MENJAWAB TANYA

Beberapa hari terakhir ini kami mendapat pertanyaan seputar perkataan yang dinisbatkan kepada Ibnu Taimiyah -rahimahullah- yang bunyinya:

حاكم كافر عادل خير عند الله من حاكم مسلم ظالم

"pemimpin kafir yang berlaku adil lebih baik disisi Allah ketimbang pemimpin muslim yang dzalim".

Apakah benar pernyataan diatas merupakan pernyataan Ibnu Taimiyah..?
 

Apakah Ibnu Taimiyah membolehkan orang kafir menjadi pemimpin bagi kaum muslimin dengan syarat berlaku adil.?

Jawabannya tentu tidak benar, kalimat diatas sudah mngalami tahrif (perubahan). Memang benar syaikhul islam pernah mengatakan bahwa"

فإن الناس لم يتنازعوا في أن عاقبة الظلم وخيمة، وعاقبة العدل كريمة، ولهذا يروى
 "الله ينصر الدولة العادلة وإن كانت كافرة، ولا ينصر الدولة الظالمة وإن كانت مؤمنة"


"Manusia tidak berselisih bahwa balasan dari perbuatan zalim adalah kebinasaan sementara balasan dari sikap adil adalah kemuliaan. Oleh karena itu diriwayatkan bahwa "Allah akan menolong negara yang adil sekalipun kafir, dan akan membinasakan Negara yang zalim sekalipun beriman"

Akan tetapi perlu diketahui bahwa perkataan syaikhul islam tidak bisa difahami sepotong-sepotong. Perkataan beliau harus difahami secara utuh, hal ini telah kami jelaskan pada tulisan kami sebelumnya yang membahas tentang hal-hal yang harus diperhatikan pembaca sebelum membaca karya syaikhul islam Ibnu Taimiyah.

Bila kita membaca pernyataan beliau secara utuh di dalam risalah Al Hisbah, sama sekali tidak ada indikasi bahwa Syaikhul Islam merestui kepemimpinan orang kafir meskipun dia adil. Karena hal ini merupakan masaalah fundamental yang sudah difahami secara dharuroh dalam islam, dimana agama kita dengan tegas menolak kepemimpinan orang kafir terhadap orang islam. Dan Syaikhul Islam merupakan ulama yang dikenal tegas dan terdepan dalam masaalah ini.

Pernyataan beliau didalam risalah Al Hisbah adalah penjelasan tentang pentingnya keadilan dan bahayanya kedzaliman terhadap eksistensi sebuah bangsa. Karena dalam urusan dunia Allah tidak pilih kasih. Dia memberi rahmat kepada seluruh makhluk, baik kepada orang mukmin ataupun orang kafir bila ia telah melakukan ikhtiar. Akan tetapi orang mukmin akan mendapakan balasan kebaikannya di dunia dan di akhirat, sementara orang kafir hanya akan mendapatkan balasan kebaikannya di dunia saja. Jadi pertolongan Allah kepada orang-orang kafir semata-mata nikmat dunia yang disegerakan kepada mereka, tanpa menyisahkan nikmat tersebut untuk kehidupan akhirat mereka.
Hal ini semakna dengan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,

إن الله لا يظلم مؤمنا حسنة، يعطى بها في الدنيا، ويجزى بها في الآخرة، وأما الكافر فيطعم بحسنات ما عمل بها لله في الدنيا، حتى إذا أفضى إلى الآخرة لم تكن له حسنة يجزى بها. رواه مسلم

“Sesungguhnya Allah tidak akan menzhalimi seorang mukmin yang berbuat baik. Di dunia dia akan mendapatkan balasan dan di akhirat ia akan mendapatkan pahala. Sementara itu, orang kafir (yang berbuat baik) akan diberi kebaikan oleh Allah di dunia, sementara di akhirat ia tidak akan mendapatkan pahala”. (HR. Muslim)

Jadi tidak ada yang salah dari pernyataan Ibnu Taimiyah. Tafsirannya saja yang keliru, karena berangkat dari redaksi yang sudah mengalami perubahan.

Dalam sebuah atsar disebutkan:

قَالَ الْمُسْتَوْرِدُ الْقُرَشِيُّ عِنْدَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ تَقُومُ السَّاعَةُ وَالرُّومُ أَكْثَرُ النَّاسِ فَقَالَ لَهُ عَمْرٌو أَبْصِرْ مَا تَقُولُ قَالَ أَقُولُ مَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَئِنْ قُلْتَ ذَلِكَ إِنَّ فِيهِمْ لَخِصَالًا أَرْبَعًا إِنَّهُمْ لَأَحْلَمُ النَّاسِ عِنْدَ فِتْنَةٍ وَأَسْرَعُهُمْ إِفَاقَةً بَعْدَ مُصِيبَةٍ وَأَوْشَكُهُمْ كَرَّةً بَعْدَ فَرَّةٍ وَخَيْرُهُمْ لِمِسْكِينٍ وَيَتِيمٍ وَضَعِيفٍ وَخَامِسَةٌ حَسَنَةٌ جَمِيلَةٌ وَأَمْنَعُهُمْ مِنْ ظُلْمِ الْمُلُوكِ 

Ketika berada disisi Amru bin Ash Al Mustaurid Al Qurasyi mengatakan "Aku pernah mendengar Rasulullsh shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Kiamat akan terjadi dan saat itu Romawi adalah manusia yg paling banyak. Amru berkata: "Perhatikan ucapanmu". Ia berkata:
Aku mengatakan yg aku dengar dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam. Amru menimpali:
Bila kau katakan demikian, maka sungguh pada diri mereka terdapat empat hal; mereka adalah orang-orang yg paling sabar saat terjadi fitnah, paling cepat bangkit saat terjadi musibah, paling cepat menyerang setelah mundur, & yg terbaik dari mereka terhadap orang miskin, anak yatim & orang lemah. Yang kelima adalah mereka sangat menawan & cantik serta paling tahan terhadap kelaliman para raja. [HR. Muslim: 5158].


Pernyataan Amru bin Ash diatas seolah menyimpulkan bahwa keempat hal itulah yang menjadi sebab jumlah bangsa Romawi bertambah banyak, dan sebaliknya apabila dalam sebuah masyarakat kedzaliman merajalela, amanah diberikan pada orang yang bukan ahlinya, hak-hak tidak ditunaikan, kehormatan dilanggar dan nampak kesenjangan sosial, maka hal tersebut merupakan awal dari kekalahan dan kehancuran. Ini merupakan sesuatu yang ma'ruf dalam ilmu sosial kemasyarakatan, sehingga dalam muqaddimahnya Ibnu Khaldum merasa perlu mengkhususkan satu bab yang mengulas permasaalahan ini.

Kesimpulannya, Apabila bangsa kafir mampu menata sistem kenegaraan dengan baik, maka Allah akan memperbaiki kondisi mereka sebagai balasan atas kebaikan mereka di dunia.

Ini dari satu sisi, disisi yang lain ada hal yang tidak boleh kita lupa, terkadang Allah menolong ummat yang kafir dalam mengalahkan orang-orang beriman sebagai hukuman atas mereka. Sebagaimana dalam firman Allah berikut ini:

وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ اللَّهُ وَعْدَهُ إِذْ تَحُسُّونَهُمْ بِإِذْنِهِ حَتَّى إِذَا فَشِلْتُمْ وَتَنَازَعْتُمْ فِي الأمْرِ وَعَصَيْتُمْ مِنْ بَعْدِ مَا أَرَاكُمْ مَا تُحِبُّونَ مِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الدُّنْيَا وَمِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الآخِرَةَ ثُمَّ صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ لِيَبْتَلِيَكُمْ وَلَقَدْ عَفَا عَنْكُمْ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْمُؤْمِنِين
Artinya: "Dan Sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada sa'at kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk menguji kamu, dan sesunguhnya Allah telah mema'afkan kamu. dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang orang yang beriman".
 
Catatan:

1. Syaikhul islam seolah mengisyaratkan bahwa kebinasaan merupakan akhir dari sebuah kedzaliman, itulah sunnatullah yang berlaku. Keadilan dan kedzoliman pasti akan berbalas, walau untuk waktu yang lama. Dan ini berlaku di negara yang tidak megenal tuhan sekalipun. Karena Allah tidak akan menzhalimi siapapun diantara makhluk-Nya. Maha besar Allah dengan segala Keadilan-Nya.

2. Sebuah negara hanya akan meraih kejayaannya bila pemimpinnya adil, dan keadilan yang hakiki hanya bisa diwujudkan bila syariat Allah tegak sebagai dustur dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

3. Tidak ada keadilan hakiki diluar Islam. Islam tidak pernah merasa aman selama dipimpin orang kafir. Sebaliknya islam selalu memberi rasa aman pada semua orang bila berkuasa. sejarah telah membuktikan itu.

Ataukah sejarah harus berulang untuk membuktikan semua itu.?

Semoga Allah menjaga bumi pertiwi dari berbagai makar jahat.
Wallahu a'lam
________________
Antara Jeddah dan Madinah
22 Muharram 1436 H
ACT El Gharantaly

HBD

Tiga huruf diatas memenuhi inbox saya pagi ini.
Entah kenapa tiga huruf itu selalu identik dengan hari kelahiran seseorang, padahal islam sama sekali tidak pernah mengajarkannya. Bahkan mengucapkannya pada orang lain merupakan bentuk tasyabbuh yang dilarang.

Orang-orang saleh terdahulu tidak suka dengan ucapan "semoga anda panjang umur" bila ucapan yang mengandung do'a tersebut tidak diiringi kalimat "dalam ketaatan pada Allah". Bagi mereka, apa gunanya umur panjang bila dihabiskan dalam kelalaian dan dosa.? Kalau bekal perjalanan cukup, mati muda bukan masaalah.

Bagaimana mungkin kita mengucapkan selamat pada seseorang dihari kelahorannya, padahal bertambahnya usia pertanda ajal semakin dekat.
Pantaskah kita mengucapkan selamat pada orang yang jatah hidupnya berkurang, sementara bekalnya sedikit dan perjalanannya masih jauh ?

Bertambahnya umur bukan pertanda bahwa Allah mencintai kita, namun Dia memberi kita waktu untuk memperbaiki lembaran-lembaran kertas kehidupan yang kian hari kian berserakan. Dia memberi kita waktu untuk menghapus noktah-noktah hitam yang mengotori lukisan diri dalam kanvas hidup kita. Agar kita menemui-Nya seperti apa yang diinginkan-Nya

Bertambahnya umur semestinya membuat kita semakin waspada, jangan sampai karunia tersebut adalah istidraj dari Allah disebabkan maksiat dan dosa kita selama ini -wal iyaadzubillah-

Allah berfirman:

"Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka). (QS. Al Hijr : 3)
"Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras". (QS. Luqman : 24)

Ingat.. Umur adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, 

لاَ تَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ: عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَ أَفْنَاهُ, وَعَنْ عِلْمِهِ مَا فَعَلَ بِهِ, وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَ أَنْفَقَهُ, وَعَنْ جِسْمه  فِيْمَا أَبْلاَهُ.

Artinya: ”Tidak bergeser kaki seorang hamba sehingga ia ditanya tentang empat perkara (yaitu):

1.Tentang umurnya untuk apa ia habiskan?
 
2 Tentang ilmunya, apa yang ia amalkan?
 
3. Tentang hartanya darimana ia dapatkan dan kemana ia belanjakan? 4. Tentang badannya untuk apa ia gunakan?. (HR.At-Tirmidz).

Beri garis bawah pada pertanyaan pertama,
"Untuk apa umurmu dihabiskan?
Setiap jiwa akan ditanyai dengan pertanyaan yang sama.
Jadi, sudah semestinya kita menggunakan umur yang kita miliki untuk mempersiapkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan diatas. Disisa waktu yang ada perbanyaklah bermuhasabah, merenung, mengoreksi diri dan menghisab diri tentang seberapa tinggi ketaatan kita kepada Allah Ta’ala.

Allah azza wa jalla berfirman:

أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيْرُ, فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظَّالِمِيْنَ مِنْ نَصِيْرٍ.

Artinya: “…Dan apakah tidak cukup Kami telah memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan?, maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun”. (Q.S. Fâthir: 37).

Baarakallahu fiikum.

Catt:
Maaf bila saya tidak merespon inbox teman-teman fillah, karena ini soal prinsip.
_____________
Madinah 28 Muharram 1436 H
ACT El Gharantaly