Dienstag, 29. Juli 2014

Salah Kaprah Dalam Memaknai Iedul Fithri

KOREKSI

Salah Kaprah Dalam Memaknai Iedul Fithr.

Seringakali kita mendengar ungkapan iedul fitri  diartikan dengan kembali pada kesucian. Benarkah hal ini..?

Bila ditinjau dari sisi bahasa, tentunya arti ini keliru. Karena secara bahasa ied ( عيد ) bermakna sesuatu yang terus berulang. Dinamakan Ied karena hari tersebut terus berulang setiap tahun. Adapun kata Al Fithr ( الفطر ) merupakan lawan kata dari As Syihaam (الصيام) yang artinya berbuka. Jadi Iedul Fithr merupakan perayaan kembalinya kaum muslimin berbuka disiang hari setelah berpuasa sebulan penuh.

Catt:
Hari raya Iedul fithr merupakan agenda terakhir dari seluruh rangkaian ibadah di bulan Ramdhan, dia bukanlah saat-saat berakhirnya peluang untuk mendulang kebaikan, tapi justru sebaliknya, idul fithri adalah saat awal memulai kehidupan baru dengan hati yang baru dan semangat yang baru pula.

Umar Bin Abdul Aziz -rahimahullah- berkata:

لَيْسَ الْعَيْدُ لِمَنْ لَبِسَ الْجَدِيْدَ          إِنَّمَا الْعَيْدُ لِمَنْ خَافَ يَوْمَ الْوَعِيْدِ

Hari raya itu bukan untuk orang yang memakai pakaian baru

Akan tetapi hari raya adalah untuk orang yang  takut terhadap hari pembalasan

Al Hasan -rahimahullah- mengatakan:

" كُلُّ يَوْمٍ لَا يُعْصَى اللهُ فِيْهِ فَهُوَ عَيْدٌ، وَكُلُّ يَوْمٍ يَقْطَعُهُ الْمُؤْمِنُ فِيْ طَاعَةِ مَوْلَاهُ وَذِكْرِهِ وَشُكْرِهِ فَهُوَ لَهُ عَيْدٌ "

“setiap hari yang di dalamnya tidak ada kedurhakaan kepada Allah azza wa jalla maka hari itu adalah hari raya, dan setiap hari di mana seorang mukmin tetap berada dalam ketaatan Rabbnya baik dalam dzikir mengingat-Nya serta bersyukur kepada-Nya maka bagi dia hari itu adalah hari raya”.

Inilah hakikat Idul Fitri yang sesungguhnya, bukan hanya sekedar kebali berbuka, tapi juga kembali meraih kemenangan dengan prestasi taqwa serta mempertahankan kemenangan dan taqwa tersebut di masa yang akan datang. Karena Rabb yang menyuruh kita beribadah di bulan Ramadhan, Dia jugalah yang menyuruh kita untuk beribadah di luar bulan Ramadhan.  Al Quran yang kita baca di bulan Ramadhan,  itu jugalah yang baca di luar bulan Ramadhan.
Semua sama, justeru di luar bulan ramadhanlah kita harus bersungguh-sungguh,  karena amal-amal kita tidak dilipat gandakan sebagaima di bulan Ramadhan.

Imam Ibnu Rajab Al Hanbaly menukil:

"بئس القوم لا يعرفون ربهم إلا فى رمضان"

"Seburuk-buruk kaum adalah mereka yang tidak mengenal Rabb mereka melainkan di bulan Ramadhan saja"

Semoga Allah membimbing kita untuk menjadi hamba yang Rabbani dan bukan hamba yang ramadhany. Hamba yang mengenal Allah sepanjang waktu dan bukan hamba yang hanya mengenal-Nya di bulan ramadhan saja.

Taqabbalallahu minna wa minkum

__________________
Gorontalo 2 Syawwal 1435 H
ACT El-Gharantaly

Dienstag, 22. Juli 2014

Untukmu Yang Akan Memimpin Negeri Ini...

Bismillahirrahmanirrahim. ..

Bapak calon presiden yang saya hormati...
semoga Allah selalu merahmati bapak...
Siapun diantara anda sekalian yang akan ditetapkan sebagai presiden terpilih, maka namanya akan mengisi do'a-do'a kami...
Namun sebelum anda memangku jabatan kepresidenan, ingatlah pesan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,
"Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.
Seorang Amir yang membawahi rakyatnya adalah pemimpin, dan dia akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya.
Seorang laki-laki adalah pemimpin di dalam rumah tangganya dan dia akan dimintai pertanggung jawaban atasnya.
Seorang wanita adalah pemelihara atas rumah dan anak- anak suaminya dan dia akan dimintai pertanggung jawaban atasnya.
Dan seorang budak adalah penjaga atas harta tuannya dan dia akan dimintai pertanggung jawaban atasnya. Sungguh setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya".(HR.Imam Muslim dari sahabat Abdullah Ibnu Umar Radhiallahu anhu)

Bapak calon presiden yang saya hormati...
Jangan lupa! bahwa kurang lebih dari 199.959.285  penduduk negeri ini adalah ummat  Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam..
Jangan kecewakan mereka..
Karena merekalah yang paling banyak berkorban untuk bumi pertiwi ini..
Mereka jualah yang paling banyak mengalah..
Maka bertaqwalah kepada Allah dalam urusan mereka....
Berbuat adillah...
Karena di hari esok nanti ,Nabi saya, anda dan mereka yang kelak akan menjadi lawan anda dipengadilan Allah nanti..

Ingatlah...
Orang-orang shaleh terdahulu menerima jabatan disaat mereka enggan, sehingga Allah azza wa jalla membimbing mereka..

Sebagai muslim bapak mungkin pernah membaca kisah seorang Ibu negara dimasa Bani Umayyah, Fathimah binti Abdul Malik istri Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Dikisahkan bahwa dia pernah mendapati suaminya sedang menangis dalam mihrab shalatnya.
Dia lantas bertanya, "Apa yang membuatmu menangis...?
Umar bin Abdul Aziz menjawab:

”Wahai Fathimah, sesungguhnya aku sedang memikul beban umat Muhammad dari yang kulitnya hitam hingga yang kulitnya merah.
Aku memikirkan persoalan orang-orang fakir dan kelaparan, orang-orang sakit yang tersia-siakan, orang-orang yang tak mamiliki pakaian juga orang-orang yang tersisihkan, mereka yang teraniaya dan terintimidasi, yang terasing dan tertawan dalam perbudakan, yang tua dan yang jompo, yang memiliki banyak kerabat namun hartanya sedikit, dan orang-orang yang serupa dengan mereka di seluruh pelosok negeri. Aku menyadari bahwa Tuhanku kelak akan menanyakan semua hal ini pada hari Kiamat. Aku khawatir saat itu aku tidak memiliki alasan yang kuat di hadapan Tuhanku. Itulah yang membuatku menangis.”

Saya berharap semoga bapak juga memiliki kepedulian yang sama...
Ingatlah.. Bila bapak berlaku adil, maka pemimpin yang adil akan dimuliakan di dunia dan akhirat. Namun bila bapak bertindak dzalim, maka kedzaliman akan berbalas.
Ketahuilah... semoga Allah merahmati bapak... Bidikan panah do'a mereka yang terdzalimi adalah bidikan yang takkan pernah meleset.
Karena tak ada seberang sekatpun antara do'a mereka dan pengabulan Allah.
Maka sekali lagi bertaqwalah pada Allah

Hanya itu pesan dan harapan saya..
Mungkin bapak takkan pernah membaca surat saya...
Tapi saya berharap ada diantara anak negri ini yang mau membacanya, agar bila suatu hari dia memimpin negeri ini, dia juga punya kerisauan yang sama.
Teriring do'a dari calon rakyatmu...
Semoga Allah senantiasa membimbing bapak dan aparatur negara lainnya untuk mewujidkan indonesia yang berdaulat adil dan makmur.
Baldatun thayyibatun wa Rabbun Ghafur.

_________________
Gorontalo Selasa 24 Ramadhan 1435 H
22 Juli 2014 M
ACT El-Gharantaly

Montag, 21. Juli 2014

KINI...... RAMADHANKU DIPENGHUJUNG SENJA

Bismillah...

Sahabat....
Tak lama lagi kita akan berpisah dengan ramadhan..
Laksana bahtera, kini ia perlahan mulai mengangkat jangkarnya dan bersiap untuk berlayar..
11 bulan lamanya dia akan berlayar...
Untuk kemudian berlabuh di hati-hati orang-orang yang beriman..
Ibarat sang surya, perlahan ia mulai tenggelam bersama megah merah di ujung ufuk..
Yang jelas ia masih disini...
Dia belum berlayar ataupun tenggelam..
Untukmu yang selama ini telah mengisi hari-harinya dengan beragam kebaikan, maka sempurnakan amalmu disisa waktu yang ada.
Namun bila sebaliknya, maka perbaikilah amalanmu sebelum ia pergi berlalu...
Ingat.... amalan itu dinilai pada akhirnya.

DI dalam kitab Jâmi'u Al ulum wal hikam Ibnu Rajab menukilkan sebuah kisah yang diriwayatkan oleh Abu Nuaim -rahimahullah-. Beliau mengisahkan:

Suatu kali Fudhail bin Iyadh pernah bertemu dengan seseorang. Beliau lantas bertanya padanya: "Berapa umur anda?".

"Enam puluh tahun", jawab laki-laki itu.

"Kalau begitu sejak enam puluh tahun yang lalu anda sudah berjalan menuju Allah,  dan perjalananmu hampir saja tiba."

  "Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji'ûn", ujar lelaki itu.

"Apakah anda tahu maknanya?" Tanya Fudhail.

Lelaki itu menjawab: "ya, saya tahu. Saya adalah hamba Allah dan hanya kepada-Nya saya akan kembali."

Fudhail lalu menasehatinya:

ﻳﺎ ﺃﺧﻲ، ﻣﻦ ﻋﺮﻑ ﺃﻧﻪ ﻟﻠﻪ ﻋﺒﺪ، ﻭأنه ﺇﻟﻴﻪ ﺭﺍﺟﻊ، ﻓﻠﻴﻌﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻣﻮﻗﻮﻑ ﺑﻴﻦ ﻳﺪﻳﻪ، ﻓﻠﻴﻌﻠﻢ ﺍﻧﻪ ﻣﺴﺌﻮﻝ، وﻣﻦ ﻋﻠﻢ ﺃﻧﻪ مسئول ﻓﻠﻴﻌﺪ ﻟﻠﺴﺆﺍﻝ ﺟﻮﺍﺑﺎ"

"Wahai saudaraku...
Barangsiapa yang menyadari bahwa dirinya adalah hamba Allah dan hanya kepada-Nya ia kembali, hendaknya dia juga menyadari bahwa dia akan berdiri di hadapan-Nya dan akan ditanya (oleh-Nya). Dan barangsiapa yang menyadari bahwa dirinya akan ditanya maka hendaknya ia mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan tersebut."

Laki-laki itu pun menangis lantas bertanya kepada Fudhail: "lalu apa yang harus aku perbuat?"

"Mudah", jawab Fudhail.

"Apa? Semoga Allah merahmatimu." Tanya laki-laki itu lagi.

Fudhail menasehatinya lagi:

ﺗُﺤﺴﻦ ﻓﻴﻤﺎ بقي، ﻳﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻚ ﻣﺎﻗﺪ ﻣﻀﻰ ﻭﻣﺎ بقي، ﻓﺈﻧﻚ ﺇﻥ ﺃﺳﺄﺕ ﻓﻴﻤﺎ بقي ﺃُﺧﺬﺕ ﺑﻤﺎ ﻣﻀﻰ ﻭﻣﺎ بقي

"Berbuat baiklah disisa umurmu, niscaya Allah akan mengampuni apa yang telah lalu dan yang masih tersisa dari umurmu . Namun bila engkau berbuat keburukan pada apa yang masih tersisa niscaya engkau akan dihukum atas apa-apa yang telah lalu dan yang masih tersisa darimu."

Sekali lagi....
Senja belum berlalu...
Jangkar bahtera juga belum lagi terangkat...
Apa yang kau tunggu...
Bergegaslah...
Lepaskanlah kepergian tamu yang mulia ini dengan amalan terbaik..
Agar imanmu bersemi sepanjang tahun...
Hingga ia kembali dan melabuhkan hikmahnya pada hatimu ditahun yang akan datang...
Sungguh kerugian yang besar bila ramadhan berlalu dan kita tidak termasuk hamba yang diampuni.
Rasulullaah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

رغم أنف رجل ذكرت عنده فلم يصلّ عليّ , ورغم أنف رجل دخل عليه رمضان ثـمّ انسلخ قبل أن يغفرله , ورغم أنف رجل أدرك عنده أبواه الكبر فلم يدخل الجنّة

“Celakalah seseorang yang bila namaku disebut disisinya namun ia tidak membaca shalawat untukku,
Celakalah seseorang yang menemui bulan Ramadhan kemudian meninggalkannya namun ia belum diampuni.
Dan celakalah seseorang yang mendapati kedua orangtuanya telah menginjak usia lanjut lalu tidak menyebabkannya masuk surga.”
(HR. at-Tirmidzi & Ahmad)

Bangkitlah saudaruku....
Hari sudah senja....

________________
Gorontalo 23 Ramadhan 1435 H
ACT El-Gharantaly


Selagi ada waktu..
Sahabat...
Suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya Jibril (‘Alaihissalam) telah membisikkan (doa) kepadaku. Katanya; ‘Celakalah bagi orang yang mendapati bulan Ramadhan. kemudian ramadhan pergi, tetapi dosanya tidak juga diampunkan’. Lalu akupun mengaminkan doa tersebut.” (HR. Al-Hakim)
Bila Jibril berdo'a lalu nabi mengaminkan, kau tau artinya itu..?
Itu artinya bahwa pengabulan Allah merupakan satu hal yang niscaya.
Aduhh.. alangkah ruginya..
Duhai diri.. Mahukah engkau dikatakan celaka?
Mahukah..?
Sudah pasti tidak..
Tidak ada siapapun yang mau ditimpa kecelakaan itu.
Celaka di bulan yang mulia.
Celaka kerana menolak tawaran pengampunan dari Allah Yang Maha Pengampun.
Semoga kita terhindar daripada kecelakaan itu..
amin..
Sahabat. ..
Kini kita masih penghujung senja..
Malam ini dan esok kita masih bisa mengejar ketertinggalan itu..
Sebelum Ramadhan benar-benar pergi meninggalkan kita..
Jamulah ia dengan jamuan terbaik.
Persembahkan untuk-Nya sebaik-baik amal..
Persembahkanlah sholat yang terbaik, dzikir yg khusyuk, tilawah yang penuh tadabbur, serta qiyam ramadhan yang penuh ihtisab..
Karena boleh jadi ini adalah ramadhan yang terakhir buat kita..
Semoga dengan jamuan terakhir itu, Allah berkenan menutupi kelalaian kita disempanjang ramadhan yang telah kita lalui..
Amin..
Taqabbalallahu minna wa minkum...
_________________
Gorontalo 28 Ramadhan 1435 H
ACT El-Gharantaly

Montag, 14. Juli 2014

Harga Sebuah Kemenangan

Ditengah berbagai musibah yang melanda umat, marilah sejenak kita renungkan firman Allah berikut ini :

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa.  Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS: an-Nur: 55)

Ayat diatas mengabarkan pada kita tantang dua syarat mutlak kejayaan. Yang pertama ubudiyah (penyembahan) yang kontinyu dan yang kedua tauhid murni yang tidak terkontaminasi oleh kesyirikan sedikitpun. Bila kedua hal tersebut terealisasi, maka Allah azza wa jalla akan memenangkan umat ini. Janji Allah pasti benar, Dia berfirman :

 يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

 “Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syetan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah”. (QS: Fathir: 5)

Kami teringat dengan ucapan Syaikh Abu Ishaq Al Huwainy -hafidzahullah- dalam khotbahnya yang fenomenal, beliau mengatakan:

"Kita lemah.? Iya... Kita tidak memiliki apa yang dimiliki oleh musuh-musuh kita, namun bila kita kembali bercermin pada generasi pertama, pada zaman sahabat, zaman nabi shallallahu alaihi wasallma, kemudian kita berpegang teguh dengan apa yang mereka berada diatasnya, maka aku bersumpah demi Allah.. kita pasti akan meraih kemenenangan..
Beliau juga mengatakan, "Kita tidak akan bisa dikalahkan selama di dalam hati kita menancap kuat pasak-pasak keimanan"

Sahabat fillah....
Sejarah mencatat bahwa kekalahan demi kekalahan yang di alami oleh kaum muslimin pada setiap masa  adalah akibat ulah mereka sendiri. Mulai dari kekalahan di uhud hingga pengusiran dari bumi Andalus. Pembaca tentu masih ingat penyabab utama kekalahan di Uhud  tidak lain karena sebagian besar petugas pemanah menyelisihi perintah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.  Sementara pengusiran dari bumi andalus sebagai akibat dari cinta dunia, haus kekuasaan serta berpaling dari Agama.
Sungguh benar firman Allah azza wa jalla:

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)" (QS: as Syuro: 30)

Maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya merupakan sumber kelemahan umat dihadapan musuh-musuhnya. Oleh karena itu Amirul Mukminin Umar Al-Khattab berpesan kepada panglima Tentera kaum Muslimin, Saad bin Abi Waqas ketika beliau mengutunya untuk menaklukkan kota Parsi... Dalam suratnya beliau bertitah:

أما بعد، فإني آمرك ومن معك من الأجناد بتقوى الله على كل حال، فإن تقوى الله أفضل العدة على العدو، وأقوى المكيدة في الحرب. وآمرك ومن معك أن تكونوا أشد احتراسا من المعاصي منكم من عدوكم، فإن ذنوب الجيش أخوف عليهم من عدوهم. وإنما يُنصَرُ المسلمون بمعصية عدوهم لله، ولولا ذلك لم تكن لنا بهم قوة، لأن عددنا ليس كعددهم، ولا عدتنا كعدتهم. فإذا استوينا في المعصية، كان لهم الفضل علينا في القوة، وإلا نُنْصَرْ عليهم بفضلنا لم نغلبهم بقوتنا. واعلموا أن عليكم في مسيركم حَفَظَةً من الله يعلمون ما تفعلون، فاستَحْيوا منهم، ولا تعملوا بمعاصي الله وأنتم في سبيل الله، ولا تقولوا إن عدوّنا شرٌ منا فلن يُسلَّط علينا وإن أسأنا، فرُبّ قوم سُلّط عليهم شرٌ منهم، كما سُلّط على بني إسرائيل . واسألوا الله العونَ على أنفسكم كما تسألونه النصر على عدوّكم.

Amma ba'du :

Sesungguhnya aku memerintahkan kepadamu dan juga kepada mereka yang bersama-samamu..
Agar bertaqwa kepada Allah subhanahu wa ta'ala dalam setiap keadaan..
sesungguhnya taqwa kepada Allah azza wa jalla adalah sebaik-baik persiapan dalam mengalahkan musuh dan juga sebaik-baik strategi dalam peperangan.

Aku juga memerintahkan kepadamu dan kepada mereka yang bersamamu supaya menjauhkan diri daripada maksiat. Kerana sesungguhnya dosa-dosa yang dilakukan oleh tentera Islam lebih aku takuti daripada musuh-musuh mereka.

Sesungguhnya orang-orang Islam mendapat pertolongan daripada Allah azza wa jalla disebabkan kemaksiatan yang dilakukan oleh pihak musuh, jika bukan kerana hal itu, nescaya tidak ada lagi bagi orang-orang Islam kekuatan.

Jumlah tentera kita tidak sebanyak jumlah tentera mereka. Kelengkapan senjata kita tidak sehebat kelengkapan senjata mereka.
Maka bila kita sama dengan pihak musuh dalam hal maksiat, niscaya kelebihan kekuatan dan kemenangan akan berpihak pada mereka!
Jika kita tidak mendapat pertolongan Allah azza wa jalla atas musuh-musuh ini dengan kelebihan kita, sudah pasti kita tidak akan dapat mengalahkan mereka.

Ketahuilah!
Bahwa dalam perjalananmu ada malaikat-malaikat yang mengawasi, dan menjagamu.
Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan. Maka malulah terhadap apa yang ingin kamu lakukan.
Janganlah kamu berkata "Sesungguhnya pihak musuh lebih hina dari kita, dan mereka tidak akan dapat menguasai kita walaupun kita turut berbuat kejahatan".
Boleh jadi Allah akan mendatangkan satu kaum yang lebih zalim daripada pihak musuh, seperti yang pernah berlaku kepada kaum Bani Israil dahulu dimana akhirnya mereka telah dikuasai oleh orang-orang kafir Majusi (penyembah api).

Mohonlah kepada Allah Taala kemenangan atas haws nafsumu, sebagaimana kamu memohon kemenangan atas musuh-musuh mu.
Aku memohon perkara yang sama keatas diriku dan dirimu."
Sekian

Pembaca tentu masih ingat dengan Golda Meir, mantan perdana mentri israel yang juga dikenal sebagai Ibu Yahudi modern. Dia pernah mengatakan: "Setiap pagi aku selalu berharap bila saatnya nanti aku menyambut pagi tak ada seorangpun anak palestina yang masih hidup". Tapi tahukah anda bahwa dia juga pernah mengatakan:

نحن لا نخاف من المسلمين إلا عندما يصلون الفجر في المسجد كما يصلون الجمعة

"Kita tidak akan takut terhadap orang Islam kecuali saat mereka menunaikan sholat fajar di masjid sebagaimana mereka menunaikan sholat jum'at"

Maksudnya jumlah jamaah sholat subuh sama dengan jamaah sholat jumat.

Majalah Al Furqon edisi 07 th ke 8 1430/2009 mengutip:
   
"Pasca Tragedy Pembantaian kaum muslimin oleh Yahudi di Masjidil Aqsha beberapa tahun yang lalu, ada seorang muslim yang bertemu dg org Yahudi, lalu dia berkata:

"Meskipun lama, namun suatu ketika nanti kami akan mengusir kalian dari Palestina dengan hina dina, dan kami akan merebut kembali Masjidil Aqsha, sehingga pohon dan batu akan membantu kami dalam memerangi kalian."

Yang mengherankan, orang Yahudi itu berkata: "Ya, itu benar. Hal itu kami baca di kitab kami, dan diketahui oleh kami baik yang alim maupun yang bodoh, namun yang akan mengalahkan kami bukanlah muslimim semacam kalian."

Maka si muslim berkata: "Lalu siapa?".

Yahudi menjawab: "Mereka adalah kaum muslimin yang jumlah jamaah shalat Shubuhnya sama seperti jumlah jamaah shalat Jumat."

(Mukhtasar Asyratus Sa'ah, taqdim: Syaikh Abdullah al-Jibrin hal 28).

Maka dimakah kaum muslimin yang ramai sholat jum'at itu disubuh hari...?

Terakhir..
Sudah merupakan sunnatullah bahwa umat ini tidak akan pernah keluar dari berbagai musibah yang menimpahnya hingga mereka  pada keaslian risalah....
Itulah harga yang harus kita bayar untuk kemenangan...

Allah berfirman:

وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ

Artinya:

"Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lohmahfuz, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh. “ (QS: al-Anbiya: 105)

Wallahu a'lam.

__________________________
Ditulis antara Surabaya & Jakarta
Senin 16 Ramadhan 1435 H
ACT El-Gharantaly








Sonntag, 13. Juli 2014

BEBERAPA SUNNAH SAAT BERBUKA PUASA

Berikut ini beberapa hal yang disunnahkan saat berbuka puasa

1. Bersegera dalam berbuka

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

لا يزال الناس بخير ما عجل الفطر

“Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka” (Muttafaqun Alaihi)

Beliau juga bersabda,

  قال الله عز وجل أحب عبادي إلي أعجلهم فطرا

“Allah ‘azza wa jalla berfirman : Hamba yang paling Aku cintai adalah yang paling bersegera dalam berbuka” (HR. At-Tirmidzi)

2. Membaca do'a ketika berbuka.

Saat berbuka ucapkan 'بسم الله' lalu santaplah beberapa kurma dan beberapa teguk air, kmudian ucapkan doa:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَتِ اْلعُرُوقُ وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

"Rasa haus telah pergi urat-uratpun telah terbasahi serta pahala telah ditetapkan.. insyaAllah". (HR. Abu Dawud)

3. Berbuka dengan ruthob, kurma atau air.

Anas radhiyallahu anhu menuturkan:

أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يفطر قبل أن يصلي على رطبات ، فإن لم تكن رطبات فتميرات ، فإن لم تكن تميرات حسا حسوات من الماء " رواه أبو داود والترمذي .

Biasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berbuka sebelum shalat (maghrib) dengan memakan beberapa ruthab (kurma segar/basah), apabila tidak mendapatkan mendapatkannya maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan apablia tidak mendapatkannya maka beliau berbuka dengan beberapa teguk air. (HR. Abu Daud)

Catt:
Diantara hikmah disyariatkannya puasa agar kaum muslimin merasakan apa yang dirasakan oleh saudaranya yang faqir. Oleh karena itu hindari perilaku boros dan israf (berlebih-lebihan) saat berbuka. Sangat disayangkan perilaku sebagian kaum muslimin hari ini dimana mereka boros dalam membelanjakan harta untuk berbuka, sehingga daftar belanja mereka di bulan ramadhon jauh lebih tinggi ketimbang diluar bulan ramadhan. Tentunya ini sangat bertentangan dengan hikmah puasa. Budayakan hemat saat sahur dan berbuka.

Wallahu a'lam

__________________
GTLO 01-09-1435 H
ACT El-Gharantaly

Bolehkah Menyalurkan Zakat Untuk Donasi Palestina ?

Beberapa hari belakangan ini banyak pertanyaan yang masuk pada kami tentang bolehkah menyalurkan zakat mal untuk donasi Palestina.?

Perlu diketahui bahwa penerima zakat dan tempat penyalurannya telah ditetapkan di dalam Al Qur'an dan Assunnah.

Mengenai siapa yang berhak menerima zakat Allah azza wa jalla berfirman :

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. At-Taubah: 60)

Adapun mengenai tempat penyalurannya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah menjelaskan hal tersebut dalam hadits Muadz bin Jabal radhiallahu anhu tatkala beliau di utus ke yaman.  Rasul bersabda:

تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ وَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ

"(Zakat itu) diambil dari orang kaya di antara mereka dan disalurkan kembali pada orang faqir diantara mereka"

Jadi pada prinsipnya zakat itu disalurkan di tempat dimana  zakat tersebut dikeluarkan. Akan tetapi penyalurannya boleh di pindahkan  ke tempat lain bila ditempat tersebut ada yang jauh lebih membutuhkannya. Masaalah ini dikembalikan pada maslahat yang ada. Pendapat ini dipilih oleh sejumlah ulama kontemporer seperti syaikh Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin,  guru kami Syaikh Muhammad Mukhtar As Syinqity dan lajnah daimah (lihat fatawa Lajnah Daimah: 9/10)

Dan tidak diragukan lagi bahwa saudara-saudara kita di Gazzah, Syam dll sangat membutuhkan donasi kaum muslimin. Sebab mereka hidup dalam kefaqiran, kemiskinan dan dibawah tekanan baik fisik maupun mental. Sehingga tidak mengapa bagi kita untuk menyalurkan zakat mal tersebut guna kepentingan donasi kemanusian untuk Palestina. Semoga Allah menerima amal kita semua. Amin.

Wallahu taala a'lam

___________________________
Kediri, 13 Ramadhan 1435 H
ACT El-Gharantaly